Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Sering kali apa yang dilihat dari luar tak sesuai dengan fakta sebenarnya. Mungkin itu juga yang dialami oleh pria ini. Pria bernama Josh Stoneman ini membagikan sebuah kisah tentang dirinya ketika berkencan dengan seorang wanita nakal.
Suatu hari Josh memutuskan untuk menikmati akhir pekan dengan berjalan-jalan keliling kota. Ia ingin mengambil beberapa foto kota dan sungai yang ada. Ketika ia sedang duduk di sebuah bangku, tiba-tiba ada seorang wanita muda datang dan menyapanya. Josh tahu dari cara wanita tersebut berpakaian, jika ia adalah seorang wanita nakal. Wanita tersebut memperkenalkan dirinnya sebagai Annete (bukan nama sebenarnya).
Josh menyebutkan namanya dan langsung mengatakan jika ia bukanlah seorang pelanggan. Namun melihat Annete, Josh tiba-tiba merasa iba. Ia pun akhirnya mengajak Annete untuk makan bersama di sebuah restoran. Saat itulah Josh menyadari raut muka Annete yang terlihat bersedih.
"Sebelum ini pernahkah ada yang mengajakmu makan?," tanya Josh. Annete pun menggelengkan kepalanya. Kesempatan itu pun digunakan Josh untuk lebih mengenal Annete. Annete tinggal bersama adiknya.
Ibunya telah meninggal dunia sementara ayahnya tak tahu kabarnya.
Annete mengambil tanggung jawab untuk merawat adiknya yang masih berusia 7 tahun. Ia merasa tak punya pilihan lain selain menjajakan tubuhnya. Annete pun benci dengan pekerjaan itu, namun apa yang bisa dia lakukan?
Ia masih muda dan tak punya keahlian.
Sementara sang adik dan dirinya sendiri masih butuh makan.
Hari itu hari yang terasa amat berbeda dengan Josh.
Mendengar kisah Annete, Josh merasa sangat bersalah.
Mereka menyipitkan mata sinis tanpa tahu sebenarnya yang terjadi.
Bukannya berusaha membantu agar mereka punya kehidupan yang lebih baik, orang-orang itu, termasuk Josh sendiri lebih suka berkomentar negatif terlebih dahulu.
Josh pun merasa terbuka matanya setelah mendengat kisah hidup Annete.
Selepas menghabiskan makanan, Josh memutuskan membawa Annete ke pasar.
Namun tak seperti biasanya, hari itu Josh sama sekali tak mendapat sapaan ramah dari para pedagang.
Mereka justru berpura-pura tak melihat Josh yang sebenarnya sudah mereka kenal.
Josh berbaik hati dengan membelikan Annete beberapa potong pakaian dan sepatu baru.
Dan yang membuat Josh sedikit terhari adalah Annete ternyata mengingat saudaranya yang berada di rumah.
Josh pun akhirnya membelikan juga untuk adik Annete di rumah.
Pengalaman itu berakhir ketika Annete berterima kasih dan berpamitan untuk pulang.
Meski awalnya Josh merasa risih berjalan bersama seorang pekerja prostitusi, tapi melihat Annete berjalan pulang dengan riang, entah kenapa hari itu ia merasa lebih bahagia dari biasanya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar